Tari Linda Hadirkan Kesejukan di Pantai Losari, Pesona Budaya Muna Warnai Mangkasara’ Molulo

Budaya 03 Sep 2026 23:40 3 min read 349 views By La Ode Umar Zaid
Tari Linda Hadirkan Kesejukan di Pantai Losari, Pesona Budaya Muna Warnai Mangkasara’ Molulo
Tari Linda membawa suasana teduh di tengah kemeriahan Mangkasara’ Molulo, memperkenalkan kelembutan seni dan pesona budaya Muna di Pantai Losari.

MAKASSAR, Celebesnesia — Di tengah semaraknya rangkaian acara Mangkasara’ Molulo di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, sebuah pertunjukan budaya menghadirkan suasana yang berbeda. Tari Linda tampil dengan gerakan yang lembut, anggun, dan penuh penghayatan, menciptakan nuansa kesejukan serta ketenangan di tengah kemeriahan festival.

Setiap gerakan para penari seolah mengalir perlahan, menghadirkan suasana teduh yang membuat perhatian penonton tertuju pada setiap detail pertunjukan. Kelembutan gerak, ekspresi, serta keserasian para penari berpadu menjadi sebuah penampilan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memberikan pengalaman yang menenangkan bagi mereka yang menyaksikannya.

Tari Linda menjadi salah satu persembahan yang membawa pesona budaya Muna ke tengah panggung kebudayaan di Pantai Losari. Kehadirannya memperlihatkan bahwa seni tradisi tidak selalu harus ditampilkan dengan kemeriahan dan gerakan yang dinamis. Kelembutan pun mampu menciptakan daya tarik dan meninggalkan kesan mendalam.

Menariknya, pertunjukan Tari Linda diawali dengan fashion show pakaian adat Suku Muna. Para peserta tampil mengenakan busana tradisional dengan ragam ornamen khas yang memperkuat identitas budaya Muna.

Fashion show tersebut menjadi pembuka yang menarik sebelum penonton dibawa menikmati kelembutan Tari Linda. Perpaduan antara busana adat dan seni tari membuat rangkaian pertunjukan terasa semakin utuh, sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Muna kepada masyarakat yang hadir.

Sembilan penari tampil dalam pertunjukan tersebut, yakni Suci, Keyla, Zoya, Bibin, Tika, Lia, Arfah, Wulan, dan Nunung.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari semangat generasi muda dalam menjaga sekaligus memperkenalkan kesenian tradisional Muna agar terus hidup dan dikenal lebih luas.

Kelembutan yang Menghadirkan Ketenangan

Di bawah gemerlap lampu Pantai Losari dan antusiasme masyarakat yang menyaksikan, Tari Linda justru menawarkan warna pertunjukan yang lebih teduh.

Gerakan tangan yang lembut, langkah yang teratur, serta ekspresi penuh penghayatan menciptakan harmoni yang membuat suasana terasa lebih sejuk. Penonton seakan diajak menikmati pertunjukan tanpa tergesa-gesa, mengikuti alur gerak para penari yang mengalir dengan anggun.

Kesejukan yang hadir bukan berarti menghilangkan kemeriahan Mangkasara’ Molulo. Sebaliknya, Tari Linda memberikan warna yang berbeda dalam keberagaman pertunjukan, menunjukkan bahwa setiap tradisi memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan keindahan.

Bagi tim penari, tampil dalam ajang Mangkasara’ Molulo menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan seni budaya Muna kepada masyarakat lintas daerah, sekaligus mempertemukan tradisi Muna dengan berbagai ekspresi budaya lainnya.

Koordinator tim tari, Nunung, mengatakan bahwa penampilan Tari Linda tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Muna.

“Kami ingin membawa Tari Linda bukan hanya sebagai sebuah tarian, tetapi sebagai bagian dari identitas dan cerita budaya Muna. Ketika ditampilkan di Pantai Losari, kami berharap masyarakat bisa merasakan kelembutan dan nilai yang ada di dalam tarian ini,” ujar Nunung.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Muna bisa tampil di ruang yang lebih luas dan diterima oleh siapa saja. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar, menjaga dan memperkenalkan budaya Muna kepada generasi berikutnya,” lanjutnya.

Penampilan Tari Linda di Mangkasara’ Molulo sekaligus menjadi gambaran bahwa keberagaman budaya dapat menciptakan ruang perjumpaan yang penuh keindahan. Dari Muna ke Makassar, kelembutan gerak para penari menghadirkan kesejukan di tengah kemeriahan, membawa pesan bahwa budaya bukan sekadar warisan yang disimpan, tetapi sesuatu yang terus dihidupkan, dirawat, dan diperkenalkan kepada generasi mendatang.

Tari Linda pun meninggalkan kesan sederhana namun mendalam: bahwa dalam sebuah perayaan budaya yang penuh warna, kelembutan juga memiliki cara tersendiri untuk memikat dan menenangkan hati.

Recent Articles