"Irfan Konggoasa: Mangkasara’ Molulo Adalah Momentum Kebangkitan Budaya & Pemuda Sulawesi"
CELEBEBESNESIA.COM, KOLAKA, 1 Juli 2026 – Semangat persatuan kebudayaan di seluruh penjuru Pulau Sulawesi kian membara menjelang perhelatan akbar "Mangkasara’ Molulo". Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga (FORMAKOM) secara resmi menyatakan komitmen penuh dan kesiapan mereka untuk menyukseskan festival budaya yang akan dihelat di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 29 Agustus 2026 mendatang.
Dukungan strategis ini disampaikan langsung oleh Irfan Konggoasa, Panglima Tamalaki Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga (FORMAKOM).
Bagi Irfan Konggoasa, festival ini adalah simbol kebangkitan jati diri budaya Sulawesi yang digerakkan oleh energi positif generasi muda. Ia menegaskan bahwa agenda ini menjadi titik temu krusial untuk mempererat ikatan persaudaraan di tengah dinamika masyarakat yang majemuk.
"Perhelatan ini adalah wadah bagi kita untuk menyatukan visi pemuda di Sulawesi. Kita menggunakan kekayaan budaya sebagai perekat utama, merajut kebersamaan di tengah keberagaman sosial dan latar belakang yang ada," tegas Panglima Tamalaki tersebut.
Filosofi Penyatuan Bumi Sawerigading dan Bumi Anoa
"Mangkasara’ Molulo" merupakan inisiatif besar yang dicetuskan oleh Ketua Umum AMBA Sultra, Stenly Diover, S.T., sebagai bagian utama dari program kerja Bumi Anoa Nusantara Festival di bawah naungan Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA).
Stenly Diover memaparkan bahwa tajuk "Mangkasara’ Molulo" mengandung makna filosofis yang kuat. "Mangkasara" mencerminkan karakter pemuda Sulawesi yang berjiwa besar, berani, serta menjunjung tinggi kejujuran. Sementara itu, "Molulo" adalah simbol dari semangat gotong royong dan sinergi kolektif untuk membangun Sulawesi, membentang dari Kepulauan Selayar hingga ke ujung utara Miangas.
Kegiatan ini dipersiapkan sebagai manifestasi semangat kolaborasi "Jong Celebes Indonesia" dalam melestarikan warisan leluhur, memadukan pesona seni lintas daerah dalam satu panggung spektakuler.
Sinergi Lintas Lembaga dan Internasional
Selain dukungan dari pegiat budaya Sulawesi Selatan dan Tenggara, festival ini turut mengundang delegasi dari Malaysia yang tergabung dalam International Nusantara Cultural Forum (INCF).
Kesuksesan acara ini didukung oleh sinergi berbagai lembaga, antara lain:
1.Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga (FORMAKOM)
2.Lembaga Adat Kerajaan Gowa
3.Divisi Mabes Kiwal Garuda Hitam MPW Sulawesi Selatan
4.Badan Kontak Organisasi Pemuda Mahasiswa Indonesia Sulawesi Tenggara (BAKOPMIST)
5.Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara
Panggung 8 Pilar Budaya Sulawesi
Mangkasara’ Molulo 2026 akan menjadi panggung bagi delapan pilar identitas budaya Sulawesi, yang terdiri dari empat pilar Bumi Anoa (Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene) serta empat pilar Bumi Sawerigading (Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja).
Kehadiran para budayawan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara diharapkan mampu menyajikan nuansa autentik dan memperdalam nilai sejarah dalam setiap sesi acara. Festival ini diproyeksikan menjadi mercusuar pelestarian budaya di Pulau Sulawesi, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa generasi muda adalah garda terdepan dalam menjaga marwah dan tradisi leluhur di masa depan.