H. Najmuddin, SE Tegaskan Dukungan Penuh untuk "Mangkasara' Molulo": Budaya adalah Identitas Pemersatu Sulawesi

Budaya 04 Jul 2026 18:01 2 min read 1,708 views By Redaksi Celebesnesia Makassar
H. Najmuddin, SE Tegaskan Dukungan Penuh untuk "Mangkasara' Molulo": Budaya adalah Identitas Pemersatu Sulawesi
H. Najmuddin, SE Tegaskan Dukungan Penuh untuk "Mangkasara' Molulo": Budaya adalah Identitas Pemersatu Sulawesi

CELEBESNESIA.COM , MAKASSAR, 4 Juli 2026 – Semangat kolaborasi lintas daerah di Sulawesi kian menguat menjelang perhelatan akbar "Mangkasara' Molulo" yang dijadwalkan berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Agustus 2026 mendatang. Dukungan strategis datang dari tokoh masyarakat sekaligus pengusaha sukses asal Wonua Mekongga, Kolaka, H. Najmuddin, SE.

Sebagai CEO PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK Holding), H. Najmuddin memandang bahwa festival ini bukan sekadar agenda seremonial semata. Ia menilai acara ini sebagai langkah nyata bagi generasi muda dalam menjaga dan merawat identitas pulau Sulawesi yang sangat majemuk.

"Sudah saatnya generasi muda di Sulawesi bergerak membangun budaya lintas daerah. Budaya adalah identitas kita. Salah satu cara terbaik untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya kita dari Selatan hingga Utara adalah melalui kolaborasi," ujar H. Najmuddin dengan penuh optimisme.

Ia berharap, melalui "Mangkasara' Molulo", jalinan silaturahmi antara masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dapat semakin erat. Bagi H. Najmuddin, keberhasilan sebuah bangsa atau daerah sangat bergantung pada bagaimana masyarakatnya merawat akar tradisi di tengah arus modernisasi.

Wadah Harmoni Dua Wilayah di Sulawesi 

"Mangkasara' Molulo" sendiri merupakan inisiatif strategis dari Ketua Umum AMBA SULTRA, Stenly Diover, S.T., sebagai bagian dari gerakan "Bumi Anoa Nusantara Festival". Tajuk ini dipilih dengan filosofi mendalam: Mangkasara yang merepresentasikan karakter pemuda berjiwa besar dan jujur, serta Molulo sebagai simbol sakral gotong royong dan persatuan.

Perhelatan ini akan menjadi panggung bagi "Delapan Pilar Budaya Sulawesi", yakni pertemuan harmonis empat pilar Bumi Anoa (Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene) dengan empat pilar Bumi Sawerigading (Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja).

Sinergi Menuju Panggung Internasional

Dukungan H. Najmuddin terhadap acara ini selaras dengan visi besar panitia untuk membawa standar budaya Sulawesi ke level internasional. Festival ini pun dipastikan akan berskala masif dengan keterlibatan delegasi dari Malaysia di bawah naungan International Nusantara Cultural Forum (INCF).

Sinergi ini turut didukung oleh berbagai elemen strategis, mulai dari Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia (FORMAKOM INDONESIA), Lembaga Adat Kerajaan Gowa, hingga organisasi kepemudaan seperti BAKOPMIST.

Dengan dukungan penuh dari tokoh seperti H. Najmuddin, "Mangkasara' Molulo" diharapkan mampu menjadi mercusuar pelestarian budaya yang autentik. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda Sulawesi tidak hanya bangga akan sejarahnya, tetapi juga cakap dalam menjaga marwah tradisi untuk menantang zaman.

Recent Articles