Wa Ode Karniati Tuani, Anak Desa dari Muna Barat yang Membawa Budaya Muna ke Panggung Asia
Celebebesnesia.com, Kendari 30 Juni 2026 – Sebuah kebanggaan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, Wa Ode Karniati Tuani. Dengan tekad, kerja keras, dan kecintaannya terhadap budaya daerah, ia berhasil menembus panggung internasional dan menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Asian Ethnic Got Talent 2026.
Perjalanan Wa Ode Karniati menuju panggung Asia bukanlah proses yang instan. Pada tahun 2022, ia mengikuti seleksi daring pemilihan Model Keren Beken Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan oleh ARE Academy. Dalam ajang tersebut, ia dipercaya mewakili Kabupaten Muna Barat dan berhasil lolos sebagai finalis tingkat provinsi hingga tampil pada Grand Final di Kota Kendari.
Dari kompetisi tersebut, Wa Ode Karniati berhasil masuk dalam 10 Besar Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, sebuah pencapaian yang menjadi titik awal perjalanan kariernya di dunia modeling.
Keseriusannya dalam mengembangkan potensi diri kembali membuahkan hasil pada tahun 2024. ARE Academy memberikan kepercayaan kepadanya untuk mewakili Sulawesi Tenggara pada ajang Trend Model Indonesia 2024 tingkat nasional di Jakarta, sebuah event yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Wa Ode Karniati sukses meraih Juara III Tingkat Nasional, sebuah prestasi yang semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu talenta muda berbakat dari Sulawesi Tenggara.
Berkat pencapaian tersebut, pada tahun ini ia kembali mendapat kepercayaan yang lebih besar, yakni mewakili Indonesia dalam ajang Asian Ethnic Got Talent 2026, yang diikuti oleh tujuh negara Asia, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.
Meski belum berhasil meraih gelar juara, Wa Ode Karniati mengaku bangga karena dapat membawa dan memperkenalkan budaya Muna di panggung internasional. Saat sesi unjuk bakat, ia menampilkan Tarian Linda, salah satu tarian tradisional masyarakat Muna, serta mengenakan pakaian adat suku Muna sebagai bentuk kecintaannya terhadap warisan budaya daerah.
Momentum tersebut juga dimanfaatkannya untuk memperkenalkan potensi pariwisata Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Muna Barat. Ia mempromosikan berbagai destinasi unggulan, seperti Pulau Indo, Pantai Pajala, Permandian Kaaghi, permandian matakidi dan permandian wakante serta memperkenalkan kain tenun Muna Barat, yang merupakan salah satu karya budaya terbaik Indonesia.
Keindahan kain tenun Muna Barat diimplementasikan dalam busana yang dikenakannya sejak hari pertama karantina hingga malam Grand Final. Busana tersebut mendapat dukungan langsung dari Ketua Dekranasda Kabupaten Muna Barat dan didesain oleh desainer asal Sulawesi Tenggara, Wa Ode Sitti Aida Aho, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Sulawesi Tenggara.
Prestasi dan dedikasinya dalam mempromosikan budaya daerah kembali mendapat apresiasi. Wa Ode Karniati diundang sebagai Bintang Tamu pada ajang Pesona Wastra Indonesia 2026 yang akan diselenggarakan di Hotel Naraya Inn, Jakarta, pada 3–5 Juli 2026 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Tak berhenti sampai di situ, ia juga kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti casting film di Mega Kreasi Film, salah satu rumah produksi besar di Indonesia.
Bagi Wa Ode Karniati, seluruh perjalanan ini bukan semata tentang prestasi pribadi, tetapi juga menjadi pesan bagi generasi muda, khususnya putra-putri Kabupaten Muna Barat, agar tidak pernah takut bermimpi.
"Saya ingin membuktikan bahwa anak desa juga bisa meraih mimpi, menjadi model, tampil di panggung internasional, dan membawa nama daerah serta budaya kita dikenal lebih luas. Jangan pernah takut bermimpi dan teruslah berusaha meskipun impian itu dianggap mustahil oleh sebagian orang."
Di akhir perjalanannya mengikuti ajang ini, Wa Ode Karniati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membersamainya hingga dapat mengharumkan nama Muna Barat, Sulawesi Tenggara, dan Indonesia di panggung Asia.
Ucapan Terima Kasih
1. Masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Muna Barat, serta seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan dan doa.
2. Ibu Ketua Dekranasda Kabupaten Muna Barat yang telah memberikan dukungan luar biasa, arahan, serta berbagai masukan selama perjalanan ini.
3. Ibu Wa Ode Sitti Aida Aho sebagai desainer busana yang digunakan selama mengikuti kegiatan dan telah membantu menampilkan keindahan wastra Muna di panggung Asia.
4. Kepala Desa Lakanaha, Kecamatan Wadaga, yang selalu memberikan masukan, membesarkan hati, serta memberikan dukungan material dan nonmaterial selama persiapan kegiatan.
5. Dinas Pariwisata Kabupaten Muna Barat atas dukungan dan perhatiannya.
6. Bapak Kepala Dinas Pariwisata dan Ibu Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara atas dukungan dan motivasi yang diberikan.
7. Bapak LM Rajab Jinik, S.Sos., M.Hum., anggota DPRD Kota Kendari sekaligus Ketua KONI Kota Kendari, yang telah memberikan dukungan dan semangat.
8. Bapak Hendrawan Sumus Gia yang turut memberikan dukungan dan perhatian.
9. Secara khusus kepada Kak Rayyan Haris dan Kak Fardan Lakare dari ARE Academy yang tanpa lelah melatih, mendampingi, dan mempersiapkan dirinya selama berbulan-bulan hingga dapat tampil maksimal dan sampai pada titik ini.
10. Teman-teman organisasi AP2 Indonesia, AMBA Sultra, dan AMBA Witeno Wuna yang terus mendukung dan mengangkat perjalanannya melalui media sosial.
11. Seluruh keluarga besar, terutama kedua orang tua dan saudara-saudaranya yang tidak pernah berhenti memberikan doa, semangat, dan dukungan.
12. Seluruh teman dan rekan-rekan yang selalu memberikan motivasi dan energi positif.
13. RRI Sulawesi Tenggara yang telah memberikan ruang dan dukungan selama perjalanan ini.
Kisah Wa Ode Karniati Tuani menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan kerja keras, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya daerah, seorang anak desa dari Muna Barat mampu berdiri di panggung Asia dan mengharumkan nama Indonesia.
"Mimpi tidak mengenal asal-usul. Dari sebuah desa di Muna Barat, mimpi besar dapat tumbuh dan mengantarkan seseorang ke panggung internasional."