Bahasa Tolaki Terancam Punah, Asrif Banasuru Dorong Aksi Nyata Revitalisasi Budaya

Budaya 13 Jun 2026 18:23 2 min read 1,524 views By Redaksi Celebesnesia Kendari
Bahasa Tolaki Terancam Punah, Asrif Banasuru Dorong Aksi Nyata Revitalisasi Budaya
Bahasa Tolaki Terancam Punah, Asrif Banasuru Dorong Aksi Nyata Revitalisasi Budaya

CELEBESNESIA.COM -KONAWE 13 Juni 2026 – Di tengah arus modernisasi dan pengaruh budaya luar yang kian masif, kekhawatiran akan lunturnya nilai-nilai kearifan lokal semakin nyata. Menyikapi tantangan tersebut, sosok pegiat budaya sekaligus tokoh masyarakat Sulawesi Tenggara, Anakia Pu'uwonua Asrif Banasuru, menyampaikan imbauan tegas kepada generasi muda, khususnya masyarakat Suku Tolaki, untuk terus menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai identitas jati diri.

Asrif Banasuru, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Tamalaki Wonua Konawe, Dewan Pembina Bidang Budaya Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA), serta salah satu Dewan Pendiri Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga (FORMAKOM), menyoroti minimnya kepedulian generasi milenial dan Gen Z terhadap bahasa ibu mereka. Baginya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan sejarah dan marwah sebuah suku

Sinergi dengan Program Pemerintah

Keprihatinan mendalam Asrif Banasuru selaras dengan data yang dikeluarkan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BBP Sultra). Berdasarkan kajian terbaru, bahasa Tolaki saat ini masuk dalam kategori bahasa daerah yang terancam punah.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Asrif menyatakan dukungan penuh terhadap program revitalisasi bahasa daerah yang tengah digalakkan oleh BBP Sultra. Ia menilai bahwa langkah pemerintah ini harus disambut dengan aksi nyata oleh seluruh elemen masyarakat.

"Bahasa Tolaki adalah jati diri kita. Jika bahasa ini hilang, maka hilang pula sebagian dari sejarah dan identitas kita sebagai masyarakat adat. Kita tidak boleh membiarkan modernisasi memutus mata rantai budaya yang telah diwariskan oleh leluhur," tegas Asrif Banasuru.

Aksi Nyata Melalui Wadah Organisasi

Sebagai langkah nyata, Asrif menegaskan bahwa melalui organisasi yang ia pimpin dan bina—yaitu Tamalaki Wonua Konawe, AMBA Sultra, dan FORMAKOM—pelestarian budaya telah menjadi agenda prioritas. Ia berkomitmen untuk terus mencanangkan berbagai program strategis yang melibatkan kaum muda dalam upaya revitalisasi bahasa Tolaki.

Program-program ini nantinya diharapkan dapat menjangkau ruang-ruang kreatif anak muda, sehingga bahasa Tolaki tidak hanya menjadi bahasa yang digunakan di lingkup domestik, tetapi juga mampu beradaptasi dan tetap relevan di era digital.

Asrif mengajak seluruh generasi muda Sulawesi Tenggara untuk menumbuhkan kembali kebanggaan menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari. Dengan semangat kolaborasi antara tokoh adat, pemerintah, dan pemuda, diharapkan eksistensi bahasa Tolaki tetap terjaga sebagai kekayaan khazanah budaya bangsa yang tak ternilai harganya.

Recent Articles