Budayawan Tolaki Bisman Saranani Dukung Penuh Kolaborasi Budaya Mangkasara’ Molulo 2026
CELEBESNESIA.COM ,MAKASSAR — Perhelatan akbar yang mempertemukan pusaka tradisi lintas wilayah siap digelar pada Agustus mendatang. Kegiatan bertajuk Kolaborasi Budaya Mangkasara’ Molulo 2026 ini mendapat dukungan penuh dari tokoh adat sekaligus budayawan Suku Tolaki, Bisman Saranani.
Menurut Bisman, festival ini merupakan wujud nyata silaturahmi antarbudayawan dari dua wilayah besar di Sulawesi, yakni Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis dalam mempromosikan budaya Suku Tolaki dengan menjadikan tarian Molulo sebagai tema utama acara. Dukungan ini disampaikan langsung kepada Ketua Umum AMBA Sultra , Stenly Diover saat berkunjung ke kediaman Bisman Saranani di Kota Kendari pada Senin 20 juli 2026.
Visi Strategis dan Pemilihan Kota Makassar
Festival visioner ini lahir dari gagasan strategis Ketua Umum AMBA SULTRA, Stenly Diover, S.T., yang mengemasnya ke dalam program fundamental "Bumi Anoa Nusantara Festival" di bawah naungan Yayasan AMBA SULTRA. Pemilihan Kota Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan langkah taktis untuk mempromosikan Empat Pilar Budaya Bumi Anoa Sulawesi Tenggara, mengingat Makassar merupakan kota terbesar di Indonesia Timur. Pada tahun depan, estafet perhelatan budaya ini direncanakan akan dilangsungkan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Stenly menjelaskan bahwa tajuk Mangkasara’ Molulo membawa pesan moral yang mendalam bagi generasi muda. Kata Mangkasara’ merepresentasikan karakter ideal pemuda Sulawesi yang berjiwa besar, berani, jujur, dan teguh dalam kebenaran. Sementara itu, Molulo dihadirkan sebagai simbol sakral persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong kolektif. Mengusung spirit "Jong Celebes Indonesia", festival ini diharapkan mampu merajut kembali tali persaudaraan dari Kepulauan Selayar hingga Pulau Miangas.
Rangkaian Acara Bersejarah
Rangkaian kegiatan bernilai sejarah tinggi ini dijadwalkan mulai bergulir pada 28 Agustus 2026 dengan agenda silaturahmi para tokoh adat Nusantara di Istana Kerajaan Gowa. Puncak kemegahan festival kemudian akan dilangsungkan keesokan harinya di ikon Kota Makassar, yakni Pantai Losari, pada 29 Agustus 2026.
Perhelatan akbar ini turut mendapat apresiasi serta dukungan publikasi besar dari M. Zainuddin Daeng Se're. Tidak hanya melibatkan budayawan lokal dari dua provinsi, festival ini dipastikan naik ke kancah global dengan kehadiran delegasi internasional asal Malaysia yang tergabung dalam International Nusantara Cultural Forum (INCF).
Mahakarya Delapan Pilar Budaya
Salah satu atraksi yang paling dinantikan dalam festival ini adalah pagelaran mahakarya "Delapan Pilar Budaya Sulawesi". Panggung tersebut akan menjadi ruang dialog kultural yang mempertemukan delapan kebudayaan besar dari dua wilayah:
Empat Pilar Bumi Anoa: Suku Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene.
Empat Pilar Bumi Sawerigading: Suku Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja.
Sinergi Lintas Sektor dan Kelembagaan
Kesuksesan perwujudan narasi lokal menuju level internasional ini tidak lepas dari sinergi kokoh berbagai lembaga strategis. Di garda depan, pergerakan ini disokong penuh oleh:
Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia (FORMAKOM INDONESIA)
Lembaga Adat Kerajaan Gowa
Divisi Mabes Kiwal Garuda Hitam MPW Sulawesi Selatan
Badan Kontak Organisasi Pemuda Mahasiswa Indonesia Sulawesi Tenggara (BAKOPMIST)
Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara
Organisasi Sulawesi Bersatu
Dukungan publikasi dari Redaksi Sorotnews Indonesia dan Redaksi Tulisan Pers Sulsel
Melalui komitmen para budayawan terkemuka dan dukungan Direktur Utama Tulisan Pers, M. Zainuddin Daeng Se're, Mangkasara’ Molulo 2026 diproyeksikan menjadi mercusuar baru pelestarian tradisi. Melalui ajang ini, pemuda Sulawesi membuktikan diri sebagai garda terdepan yang bangga akan akar sejarah serta cakap menjaga kehormatan budaya di tengah tantangan zaman.