Dewan Pembina AMBA Moronene , Mokole Anton Ferdinan, S.Pd., Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya dan Inovator Ekonomi Kreatif
CELEBESNESIA.COM , BOMBANA , Ketua Dewan Pembina Angkatan Muda Bumi Anoa (AMBA) Moronene, Mokole Anton Ferdinan, S.Pd., menyampaikan imbauan strategis kepada generasi muda di Bumi Anoa. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan sosial serta melestarikan warisan leluhur.
Dalam pesannya, Mokole Anton Ferdinan mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan empat pilar utama budaya Bumi Anoa, yakni budaya Buton, Tolaki, Muna, dan Moronene. Menurutnya, budaya bukan sekadar identitas masa lalu, melainkan fondasi utama bagi kemajuan daerah di masa depan.
"Budaya berfungsi sebagai akar dan fondasi. Kita tidak boleh kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi. Oleh karena itu, generasi muda harus menjadi pelindung sekaligus pewaris nilai-nilai luhur dari empat pilar budaya besar kita," ujar Mokole Anton Ferdinan.
Mengintegrasikan Budaya dengan Ekonomi Kreatif
Lebih lanjut, Mokole Anton Ferdinan menyoroti potensi besar Sulawesi Tenggara yang dapat dioptimalkan melalui sektor ekonomi kreatif. Ia mendorong agar kearifan lokal tidak hanya dilestarikan secara tradisional, tetapi juga dikemas menjadi nilai tambah ekonomi yang berdaya saing di tingkat global.
"Ekonomi kreatif bertindak sebagai kendaraan inovatif. Kita harus mampu mengubah kearifan lokal menjadi produk atau layanan yang bernilai ekonomi tinggi tanpa menghilangkan esensi budayanya," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemuda Sulawesi Tenggara harus berperan aktif dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis pada sektor pariwisata dan sejarah. Sultra memiliki modal kekayaan alam dan situs sejarah yang sangat luas, mulai dari Kepulauan Buton, Muna, dan Wawonii, hingga ke wilayah Daratan Konawe, Mekongga, serta Bombana.
Potensi Pariwisata sebagai Kekuatan Daerah
Mokole Anton Ferdinan optimis bahwa dengan memanfaatkan situs-situs sejarah dan kekayaan budaya yang tersebar di seluruh jazirah Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara dapat menjadi destinasi wisata unggulan.
"Potensi kita sangat luar biasa, tersebar di seluruh jazirah Bumi Anoa. Jika generasi muda mampu mengolah narasi sejarah dan potensi wisata ini dengan kreativitas modern, saya yakin hal ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal serta mengangkat citra daerah kita di mata dunia," pungkasnya.
Melalui himbauan ini, Mokole Anton Ferdinan berharap Yayasan AMBA SULTRA dan seluruh organisasi kepemudaan lainnya di Sulawesi Tenggara dapat bersinergi dalam mewujudkan visi tersebut, demi kemajuan daerah yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya yang luhur.