Energi Pemuda Bumi Anoa: Mahasiswa Sultra di Makassar Siap Sukseskan Mangkasara’ Molulo

Budaya 05 Jul 2026 19:07 2 min read 402 views By Redaksi Celebesnesia Makassar
Energi Pemuda Bumi Anoa: Mahasiswa Sultra di Makassar Siap Sukseskan Mangkasara’ Molulo
"Energi Pemuda Bumi Anoa: Mahasiswa Sultra di Makassar Siap Sukseskan Mangkasara’ Molulo"

CELEBESNESIA.COM ,  MAKASSAR – Semangat kebudayaan kini bangkit di jantung Kota Makassar. Badan Kontak Organisasi Pemuda Mahasiswa Indonesia Sulawesi Tenggara (BAKOPMIST) secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam menyukseskan perhelatan akbar Mangkasara’ Molulo 2026.

Event yang akan dipusatkan di ikon kebanggaan Sulawesi Selatan, Pantai Losari, ini bukan sekadar perayaan seni biasa. Bagi Ketua BAKOPMIST, Faridh Reza Fahlevi, S.Ars., keterlibatan organisasinya adalah bukti konkret dedikasi pemuda "Bumi Anoa" dalam menjaga marwah dan mempromosikan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara ke panggung yang lebih luas.

"Ini adalah panggilan jiwa bagi kami. Kami mengajak seluruh mahasiswa dan pemuda Sulawesi Tenggara di Makassar untuk merapatkan barisan. Mari jadikan partisipasi ini sebagai bentuk cinta nyata kepada daerah kita melalui promosi budaya yang berkelas," ujar Faridh dengan optimis.

Merajut Simpul Budaya: Antara Mangkasara’ dan Molulo

Mangkasara’ Molulo lahir sebagai inisiatif strategis yang digagas oleh Stenly Diover, S.T. , Ketua Umum AMBA SULTRA. Program ini merupakan pilar dari visi besar "Bumi Anoa Nusantara Festival" di bawah naungan Yayasan AMBA SULTRA.

Filosofi di balik nama ini sangat mendalam:

Mangkasara’ : Merepresentasikan karakter pemuda Sulawesi yang memiliki jiwa besar, kejujuran, dan keberanian.

Molulo : Simbol sakral gotong royong dan tari persatuan yang menjadi ruh kebersamaan kolektif.

Dua nilai ini dipadukan untuk menautkan semangat dari Bumi Sawerigading hingga ke pelosok Bumi Anoa, yang dirangkum dalam spirit besar "Jong Celebes Indonesia".

Kolaborasi Global dan Simfoni 8 Pilar

Festival ini tidak hanya berskala regional, tetapi telah menaikkan standar dengan melibatkan delegasi internasional dari Malaysia melalui International Nusantara Cultural Forum (INCF). Sinergi ini turut didukung oleh berbagai elemen strategis, termasuk Lembaga Adat Kerajaan Gowa, FORMAKOM INDONESIA, hingga elemen keamanan seperti Divisi Mabes Kiwal Garuda Hitam MPW Sulawesi Selatan.

Puncak dari festival ini akan menampilkan "Delapan Pilar Budaya Sulawesi", sebuah mahakarya kolaboratif yang mempertemukan identitas besar:

Dari Bumi Anoa:Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene.

Dari Bumi Sawerigading: Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja.

"Mangkasara’ Molulo bukan sekadar tontonan, melainkan ruang refleksi sejarah. Ini adalah bukti bahwa pemuda Sulawesi mampu menjaga marwah tradisi di tengah gempuran zaman," tutup Stenly Diover.

Dengan keterlibatan berbagai lembaga mulai dari media seperti Sorotnews Indonesia dan Tulisan Pers Sulsel, hingga lembaga adat, Mangkasara’ Molulo 2026 dipastikan akan menjadi magnet budaya yang tak terlupakan di Pantai Losari tahun ini.

Recent Articles