La Ode Darwin Tegaskan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna Bukan Agenda Politik
CELEBESNESIA.COM , KENDARI – Rencana pelaksanaan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna se-Sulawesi Tenggara yang akan digelar di Kota Kendari pada 19 Juli 2026 mendatang terus menjadi perhatian publik. Kegiatan yang ditargetkan dihadiri sekitar 20 ribu peserta tersebut sempat dikaitkan dengan agenda politik menjelang kontestasi pemilihan kepala daerah maupun pemilihan gubernur di masa mendatang.
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar di media sosial, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM), La Ode Darwin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Muna yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.
Menurut Darwin, pelaksanaan silaturahmi akbar ini tidak memiliki kepentingan politik apa pun. Ia menjelaskan bahwa kegiatan serupa sudah lama tidak diselenggarakan dalam skala besar dan momentum kali ini dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan serta kebersamaan masyarakat Muna.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat tali silaturahmi masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara. Kegiatan seperti ini sangat jarang dilaksanakan, sehingga kami ingin menjadikannya sebagai ajang pemersatu, bukan agenda politik," ujar Darwin di Kendari, Minggu (28/6/2026).
Meski saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Golkar Sulawesi Tenggara, Darwin menekankan bahwa urusan politik masih jauh dari pembahasan. Ia memastikan seluruh rangkaian acara akan berfokus pada pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Muna.
Bupati Muna Barat tersebut mengungkapkan bahwa panitia bahkan menargetkan pencatatan Rekor MURI melalui penyajian 1.000 dulang. Selain itu, berbagai pertunjukan budaya akan ditampilkan, di antaranya tari Linda, silat tradisional Muna, hingga atraksi perkelahian kuda.
Kegiatan ini juga direncanakan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, , beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sultra, serta para bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
"Jika kegiatan ini bermuatan politik, tentu kami tidak akan mengundang seluruh kepala daerah dan gubernur. Ini murni kegiatan kebudayaan dan silaturahmi masyarakat Muna," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna, LM Bariun, menyampaikan bahwa persiapan penyelenggaraan kegiatan telah mencapai sekitar 80 persen.
Ia menambahkan, selain mengundang unsur pemerintah daerah, panitia juga melibatkan para tokoh adat Muna dan berbagai paguyuban etnis yang ada di Sulawesi Tenggara sebagai bentuk penguatan persaudaraan antarwarga.
Setelah mengantongi izin pelaksanaan, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Tugu Religi Sulawesi Tenggara atau area bekas MTQ di Kota Kendari.