Lembaga Adat Kerajaan Bolangitang Dukung Festival Mangkasara’ Molulo 2026 , Kolaborasi AMBA SULTRA Bersama Pegiat Budaya Sulawesi Selatan.

Budaya 01 Jul 2026 18:56 4 min read 1,362 views By Redaksi Celebesnesia Manado
Lembaga Adat Kerajaan Bolangitang Dukung Festival Mangkasara’ Molulo 2026 , Kolaborasi AMBA SULTRA Bersama Pegiat Budaya Sulawesi Selatan.
Lembaga Adat Kerajaan Bolangitang Dukung Festival Mangkasara’ Molulo 2026 , Kolaborasi AMBA SULTRA Bersama Pegiat Budaya Sulawesi Selatan.

CELEBESNESIA.COM, BOLAANG MONGONDOW – Gemuruh semangat kebudayaan yang mengalir dari nadi tanah Sulawesi kini mencapai titik nadir yang lebih megah. Menjelang perhelatan akbar "Mangkasara’ Molulo" yang dijadwalkan akan mengguncang Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 29 Agustus 2026, arus dukungan terus mengalir deras, menciptakan gelombang persatuan yang tak terbendung. Hari ini, dukungan resmi datang dari Lembaga Adat Bolangitang, Sulawesi Utara, yang menyatakan komitmen penuh untuk bahu-membahu bersama Organisasi Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA) guna memastikan festival kolaborasi budaya lintas provinsi ini berjalan dengan gilang-gemilang.

Dukungan strategis yang menjadi katalisator bagi pergerakan ini disuarakan langsung oleh YM Pangeran Iftiqar S.A. Ponto. Dalam pandangan beliau, "Mangkasara’ Molulo" bukan sekadar panggung untuk pertunjukan seni konvensional, melainkan sebuah manifestasi filosofis yang mendalam tentang kebangkitan jati diri masyarakat Sulawesi yang digerakkan oleh energi kreatif kaum muda.

"Kita sedang menyaksikan sebuah momentum sejarah di mana batasan administratif antarprovinsi melebur menjadi satu kesatuan identitas. Festival ini adalah wujud nyata upaya kita untuk merajut kembali serat-serat persatuan pemuda-pemudi di Pulau Sulawesi. Di tengah arus modernitas yang kian cepat, kita harus menjadikan warisan budaya leluhur sebagai benang merah pemersatu, memperkokoh fondasi sosial di tengah kemajemukan masyarakat kita yang luar biasa kaya," ujar YM Pangeran Iftiqar S.A. Ponto dalam pernyataan resminya, Rabu (1/7/2026).

Filosofi Mangkasara’ Molulo: Menautkan Bumi Sawerigading dan Bumi Anoa

Di balik kemegahan konsep yang diusung, festival ini merupakan buah pemikiran dan inisiatif strategis dari Ketua Umum AMBA SULTRA, Stenly Diover, S.T. Program ini merupakan pilar fundamental dari gerakan besar "Bumi Anoa Nusantara Festival" yang berada di bawah naungan Yayasan AMBA SULTRA.

Stenly Diover menegaskan bahwa tajuk "Mangkasara’ Molulo" dipilih bukan tanpa alasan; ia mengandung esensi moral yang harus diresapi oleh generasi penerus. "Mangkasara" merepresentasikan karakter ideal pemuda Sulawesi yang memiliki jiwa besar, kebenaran hati, keberanian yang terukur, dan kejujuran dalam bertindak. Sementara itu, "Molulo" adalah simbol sakral dari semangat gotong royong—sebuah tarian persatuan yang melambangkan kebersamaan kolektif. Inilah ruh yang akan menyatukan semangat dari ujung selatan Kepulauan Selayar yang eksotis hingga ke titik paling utara di Miangas.

Melalui spirit besar "Jong Celebes Indonesia", acara ini dirancang sebagai panggung megah yang bukan hanya memamerkan estetika, tetapi memadukan kekayaan nilai sejarah, adat, dan seni lintas daerah dalam satu orkestrasi yang harmonis dan tak terlupakan.

Sinergi Lintas Sektor: Menuju Standar Internasional

"Mangkasara’ Molulo" dipastikan akan menjadi saksi kolaborasi lintas sektor yang masif, melibatkan berbagai elemen pemangku kepentingan yang memiliki visi serupa. Selain menyatukan kekuatan pegiat budaya dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, festival ini telah menaikkan standar prestasinya dengan mengundang delegasi internasional dari Malaysia yang bernaung di bawah International Nusantara Cultural Forum (INCF).

Kehadiran delegasi ini menjadi bukti bahwa narasi kebudayaan Sulawesi kini mulai dilirik oleh dunia internasional. Sinergi ini turut diperkuat oleh partisipasi aktif berbagai lembaga strategis, antara lain:

1.Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia (FORMAKOM INDONESIA)

2.Lembaga Adat Kerajaan Gowa

3.Divisi Mabes Kiwal Garuda Hitam MPW Sulawesi Selatan

4.Badan Kontak Organisasi Pemuda Mahasiswa Indonesia Sulawesi Tenggara (BAKOPMIST)

5.Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara

6.Redaksi Sorotnews Indonesia

Panggung 8 Pilar: Mahakarya Budaya Sulawesi

Salah satu daya tarik yang paling dinantikan dari perhelatan ini adalah penampilan "Delapan Pilar Budaya Sulawesi". Festival ini akan menjadi ruang dialog antarkebudayaan, menampilkan harmoni dari empat pilar utama Bumi Anoa Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene yang akan berpadu dengan keelokan empat pilar Bumi Sawerigading: Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja.

Dengan keterlibatan langsung para budayawan terkemuka, "Mangkasara’ Molulo" tidak sekadar menghadirkan tontonan, melainkan sebuah ruang refleksi sejarah. Festival ini diproyeksikan menjadi mercusuar baru bagi pelestarian budaya, sekaligus menjadi bukti autentik bagi dunia bahwa pemuda Sulawesi adalah garda terdepan yang tidak hanya bangga akan sejarahnya, tetapi juga cakap dalam menjaga marwah tradisi untuk menantang zaman.

Recent Articles