Monta Bassi Gowa dan AMBA SULTRA Bersinergi Sukseskan Mangkasara’ Molulo 2026

Budaya 08 Jul 2026 02:25 3 min read 590 views By Redaksi Celebesnesia Makassar
Monta Bassi Gowa dan AMBA SULTRA Bersinergi Sukseskan Mangkasara’ Molulo 2026
Monta Bassi Gowa dan AMBA SULTRA Bersinergi Sukseskan Mangkasara’ Molulo 2026

CELEBESNESIA.COM. ,MAKASSAR – Semangat persatuan dan pelestarian tradisi di tanah Sulawesi kian membara menjelang pertengahan tahun ini. Organisasi Monta Bassi Gowa secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap pergelaran kolaborasi budaya akbar antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara bertajuk Event Mangkasara' Molulo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Monta Bassi Gowa, I Daeng Ngeppe Monta Bassina Tu Gowayya, pada Rabu (8/7/2026). Ia menegaskan bahwa momentum besar ini harus dimanfaatkan sebagai jembatan silaturahmi yang kokoh untuk mempererat hubungan emosional dan kultural masyarakat kedua provinsi. Tak sekadar mendukung, Monta Bassi Gowa juga menyatakan kesiapannya untuk bersinergi secara total dengan Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA) demi melestarikan serta mempromosikan kekayaan budaya Nusantara.

Menautkan Bumi Sawerigading dan Bumi Anoa

Festival megah yang sarat akan nilai sejarah ini lahir dari inisiatif strategis Ketua Umum AMBA SULTRA, Stenly Diover, S.T. Program ini menjadi bagian dari agenda fundamental Bumi Anoa Nusantara Festival di bawah naungan Yayasan AMBA SULTRA.

Menurut Stenly, tajuk "Mangkasara’ Molulo" dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena memiliki filosofi moral yang sangat mendalam bagi generasi muda:

Mangkasara’: Merepresentasikan karakter ideal pemuda Sulawesi yang berjiwa besar, berani, jujur, dan selalu berpihak pada kebenaran.

Molulo: Menjadi simbol sakral dari tarian persatuan serta cerminan semangat gotong royong kolektif.

Mengusung spirit "Jong Celebes Indonesia", rangkaian acara akan diawali dengan agenda silaturahmi para Tokoh Adat Nusantara di Istana Kerajaan Gowa pada 28 Agustus 2026. Kemeriahan festival ini kemudian akan mencapai puncaknya di kawasan ikonik Pantai Losari pada keesokan harinya, menyatukan gelora semangat masyarakat dari ujung selatan Kepulauan Selayar hingga titik paling utara di Miangas.

Sinergi Lintas Sektor Berstandar Internasional

"Mangkasara’ Molulo 2026" dipastikan tampil beda dan naik kelas ke panggung internasional. Selain melibatkan para pegiat budaya lokal dari Sulsel dan Sultra, festival ini bakal dihadiri oleh delegasi internasional dari Malaysia yang tergabung dalam International Nusantara Cultural Forum (INCF).

Keberhasilan membawa narasi budaya lokal ke level global ini tidak lepas dari kolaborasi kuat berbagai lembaga strategis. Di garda depan, terdapat sinergi dari Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia (FORMAKOM INDONESIA), Lembaga Adat Kerajaan Gowa, Divisi Mabes Kiwal Garuda Hitam MPW Sulawesi Selatan, Badan Kontak Organisasi Pemuda Mahasiswa Indonesia Sulawesi Tenggara (BAKOPMIST), Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara, serta dukungan publikasi dari Redaksi Sorotnews Indonesia dan Redaksi Tulisan Pers Sulsel.

Mahakarya "Delapan Pilar Budaya Sulawesi"

Sajian utama yang paling dinantikan dalam pergelaran ini adalah pagelaran "Delapan Pilar Budaya Sulawesi". Panggung ini dirancang sebagai ruang dialog kultural yang harmonis, mempertemukan empat pilar utama dari Bumi Anoa (Tolaki, Buton, Muna, Moronene) dengan empat pilar utama dari Bumi Sawerigading (Makassar, Bugis, Mandar, Toraja).

Dengan keterlibatan para budayawan terkemuka, "Mangkasara’ Molulo 2026" diproyeksikan menjadi mercusuar baru bagi pelestarian tradisi di Indonesia. Melalui festival ini, generasi muda Sulawesi membuktikan diri sebagai garda terdepan yang tidak hanya bangga akan akar sejarahnya, tetapi juga adaptif dan cakap dalam menjaga marwah tradisi di tengah tantangan zaman yang kian modern.

Recent Articles