Panglima Kijang Kencana Kalimantan Timur Beri Dukungan Penuh untuk AMBA SULTRA dalam Event Budaya Mangkasara’ Molulo

Budaya 04 Jul 2026 01:25 3 min read 828 views By Redaksi Celebesnesia Makassar
Panglima Kijang Kencana Kalimantan Timur Beri Dukungan Penuh untuk AMBA SULTRA dalam Event Budaya Mangkasara’ Molulo
Panglima Kijang Kencana Kalimantan Timur Beri Dukungan Penuh untuk AMBA SULTRA dalam Event Budaya Mangkasara’ Molulo

Celebesnesia.com, Samarinda 04/07/2026 Semangat pelestarian budaya Nusantara terus menggema. Kali ini, dukungan datang dari tokoh budayawan Kalimantan Timur, Panglima Kijang Kencana , terhadap inisiatif besar Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA) dalam menghelat ajang budaya bertajuk "Mangkasara’ Molulo".

Event yang dijadwalkan berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Agustus 2026 mendatang ini, dipandang sebagai langkah strategis bagi generasi muda untuk terlibat aktif menjaga warisan leluhur.

Pesan Persatuan dari Kalimantan

Sebagai sosok budayawan yang konsisten menjaga marwah tradisi, Panglima Kijang Kencana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada AMBA SULTRA. Baginya, Sulawesi adalah tanah yang kaya akan nilai-nilai kebudayaan yang harus dijaga keberlangsungannya.

"Dari tanah Kalimantan, saya menitipkan salam budaya Nusantara untuk seluruh budayawan di Sulawesi dan Indonesia. Saya berharap event Mangkasara’ Molulo ini tidak berhenti di sini, melainkan mampu berjalan secara konsisten setiap tahunnya sebagai mercusuar pelestarian tradisi," ujar Panglima Kijang.

Filosofi Mangkasara’ Molulo: Menautkan Bumi Sawerigading dan Bumi Anoa

Inisiatif strategis ini merupakan buah pemikiran Ketua Umum AMBA SULTRA, Stenly Diover, S.T., sebagai pilar utama dari gerakan "Bumi Anoa Nusantara Festival". Stenly menjelaskan bahwa pemilihan nama "Mangkasara’ Molulo" membawa esensi moral yang mendalam bagi generasi penerus.

Mangkasara’:Merepresentasikan karakter ideal pemuda Sulawesi; jiwa besar, kebenaran hati, keberanian yang terukur, dan kejujuran.

Molulo: Simbol sakral semangat gotong royong dan tarian persatuan.

"Ini adalah ruh yang menyatukan semangat dari ujung selatan Kepulauan Selayar hingga ke titik paling utara di Miangas. Melalui spirit 'Jong Celebes Indonesia', kami ingin menciptakan panggung yang tidak hanya memamerkan estetika, tetapi memadukan sejarah, adat, dan seni dalam satu orkestrasi yang harmonis," tegas Stenly.

Sinergi Lintas Sektor Berstandar Internasional

Festival ini bukan sekadar perhelatan lokal, melainkan kolaborasi masif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis. Demi menaikkan standar ke kancah global, panitia telah mengundang delegasi internasional dari Malaysia yang bernaung di bawah International Nusantara Cultural Forum (INCF).

Berbagai lembaga turut memberikan dukungan penuh, di antaranya:

1.Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia (FORMAKOM INDONESIA)

2.Lembaga Adat Kerajaan Gowa

3.Divisi Mabes Kiwal Garuda Hitam MPW Sulawesi Selatan

4.BAKOPMIST, Redaksi Sorotnews Indonesia, serta Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara.

5.Redaksi Sorotan News 

6.Budayantara TV ( Etalase Budaya Nusantara 

7.Redaksi Tulisan Pers Sulawesi Selatan 

Mahakarya Delapan Pilar Budaya Sulawesi

Salah satu magnet utama acara ini adalah penampilan "Delapan Pilar Budaya Sulawesi", yang menjadi ruang dialog antarkebudayaan. Empat pilar Bumi Anoa (Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene) akan berpadu dengan empat pilar Bumi Sawerigading (Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja).

Dengan melibatkan budayawan terkemuka, "Mangkasara’ Molulo" diproyeksikan menjadi bukti autentik bahwa pemuda Sulawesi adalah garda terdepan dalam menjaga marwah tradisi di tengah tantangan zaman. Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, melainkan ruang refleksi sejarah yang memperkokoh identitas bangsa.

Recent Articles