Penyaluran Perdana Jagung SPHP di Sulawesi Tenggara, PINSAR Apresiasi Komitmen Gubernur dan Kadistanak Dukung Peternak
Celebesnesia.com , Kendari – Penyaluran perdana jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog kepada peternak ayam petelur di Sulawesi Tenggara menjadi momentum penting dalam mendukung keberlanjutan sektor perunggasan di daerah. Program ini diharapkan mampu membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas usaha peternakan.
Atas terlaksananya penyaluran perdana tersebut, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Wilayah Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, atas komitmennya dalam memberikan perhatian terhadap sektor peternakan, khususnya usaha ayam petelur di Sulawesi Tenggara.
Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., yang dinilai telah berperan aktif membangun koordinasi dan komunikasi sehingga program penyaluran jagung SPHP dapat direalisasikan di Sulawesi Tenggara.
Ketua PINSAR Wilayah Sulawesi Tenggara, Harry S. Adi Wibowo, mengatakan bahwa penyaluran perdana jagung SPHP merupakan bukti nyata sinergi yang baik antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Perum Bulog, serta PINSAR Sulawesi Tenggara dalam mendukung keberlangsungan usaha peternak ayam petelur.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, atas komitmennya dalam memberikan perhatian kepada sektor peternakan. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., yang telah mengawal proses koordinasi sehingga penyaluran perdana jagung SPHP dapat terlaksana. Ini merupakan langkah positif yang sangat berarti bagi peternak ayam petelur di Sulawesi Tenggara," ujar Harry.
Menurut Harry, jagung merupakan komponen utama dalam penyusunan pakan ayam petelur sehingga ketersediaannya dengan harga yang terjangkau sangat berpengaruh terhadap efisiensi biaya produksi. Kehadiran program jagung SPHP menjadi angin segar bagi peternak dalam menghadapi tingginya biaya pakan.
Sebagai organisasi yang mewadahi pelaku usaha perunggasan, PINSAR Sulawesi Tenggara juga terus mengambil peran dalam menjembatani komunikasi antara peternak, pemerintah, dan Perum Bulog. Selain menyampaikan aspirasi peternak, PINSAR turut melakukan pendataan kebutuhan jagung sebagai bahan masukan dalam mendukung pelaksanaan program.
Meski demikian, Harry mengakui bahwa pada tahap perdana ini belum seluruh peternak ayam petelur di Sulawesi Tenggara dapat memperoleh akses terhadap jagung SPHP. Hal tersebut dipengaruhi oleh proses pendataan, kuota yang tersedia, serta mekanisme penyaluran yang masih berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami memahami masih ada peternak yang belum memperoleh akses jagung SPHP. Oleh karena itu, PINSAR akan terus menghimpun data kebutuhan peternak dan berkoordinasi dengan pemerintah serta Perum Bulog agar ke depan cakupan penerima manfaat dapat diperluas. Harapan kami, semakin banyak peternak ayam petelur di Sulawesi Tenggara yang dapat menikmati program ini sehingga biaya produksi dapat ditekan dan usaha peternak semakin berkembang," tambahnya.
PINSAR Sulawesi Tenggara berharap sinergi yang telah terbangun antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Perum Bulog, dan organisasi peternak dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, berbagai program yang berpihak kepada peternak diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemajuan sektor perunggasan serta ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara.