Perkuat Identitas Regional, Brigade Manguni Indonesia Dukung Penuh Pagelaran "Mangkasara’ Molulo" di Makassar

Budaya 30 Jun 2026 02:10 2 min read 540 views By Redaksi Celebesnesia Manado
Perkuat Identitas Regional, Brigade Manguni Indonesia Dukung Penuh Pagelaran "Mangkasara’ Molulo" di Makassar
Perkuat Identitas Regional, Brigade Manguni Indonesia Dukung Penuh Pagelaran "Mangkasara’ Molulo" di Makassar

CELEBESNESIA.COM , MAKASSAR 30 Juni 2026 – Semangat kolaborasi kebudayaan lintas provinsi di Sulawesi kian menguat menjelang perhelatan akbar bertajuk "Mangkasara’ Molulo". Komitmen tersebut ditandai dengan dukungan resmi yang diberikan oleh Keluarga Besar Brigade Manguni Indonesia (BMI) asal Sulawesi Utara terhadap ajang yang dijadwalkan berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 29 Agustus 2026 mendatang.

Panglima Komando OPS/Strategi Brigade Manguni Indonesia, Tonaas Fadly Ruaw, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk solidaritas antarbudayawan di Pulau Sulawesi. Sebagai organisasi yang aktif dalam pelestarian budaya di Sulawesi Utara, BMI memandang momentum ini sebagai langkah strategis untuk mempererat persaudaraan.

"Ini adalah momentum bagi kita untuk bersatu, berjalan bersama dalam kolaborasi membangun budaya Nusantara, khususnya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kami berharap kolaborasi seperti ini ke depannya bisa menjangkau seluruh wilayah Sulawesi," ungkap Tonaas Fadly Ruaw.

Ia pun menambahkan harapannya agar generasi muda Sulawesi lebih proaktif mengambil peran sebagai garda terdepan dalam menjaga warisan leluhur.

Simbol Penyatuan Bumi Sawerigading dan Bumi Anoa

"Mangkasara’ Molulo" merupakan inisiatif yang digagas oleh Ketua Umum AMBA Sultra, Stenly Diover, S.T., di bawah naungan Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA). Acara ini menjadi bagian integral dari program kerja Bumi Anoa Nusantara Festival.

Stenly Diover menjelaskan bahwa tajuk "Mangkasara’ Molulo" membawa filosofi mendalam. "Mangkasara" merepresentasikan pemuda-pemudi Sulawesi yang berjiwa besar, berani, dan jujur. Sementara "Molulo" melambangkan semangat gotong royong dan saling merangkul untuk membangun Sulawesi secara utuh, mulai dari Kepulauan Selayar hingga ke ujung Miangas.

Kolaborasi Lintas Lembaga dan Internasional

Perhelatan ini dirancang sebagai panggung megah yang tidak hanya melibatkan pegiat budaya lokal, tetapi juga menjangkau ranah internasional. Penyelenggara dijadwalkan mengundang delegasi dari Malaysia yang tergabung dalam International Nusantara Cultural Forum (INCF).

Sinergi ini juga melibatkan berbagai lembaga strategis, di antaranya:

1.Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia (FORMAKOM INDONESIA)

2.Divisi Mabes Kiwal Garuda Hitam MPW Sulawesi Selatan

3.Badan Kontak Organisasi Pemuda Mahasiswa Indonesia Sulawesi Tenggara (BAKOPMIST)

4.Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara

Mengangkat 8 Pilar Budaya Sulawesi

Acara ini akan menampilkan kekayaan budaya dari delapan pilar utama yang menjadi jati diri Sulawesi, yakni:

Bumi Anoa (Sulawesi Tenggara): Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene.

Bumi Sawerigading (Sulawesi Selatan): Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja.

Kehadiran tokoh budaya seperti Aswandi Daeng Sewang dalam rangkaian acara diharapkan mampu memberikan warna autentik serta memperkuat nilai sejarah. Dengan perpaduan seni dan semangat kolaborasi, "Mangkasara’ Molulo" diharapkan menjadi mercusuar baru bagi pelestarian budaya di Pulau Sulawesi di masa depan.

Recent Articles