Perkuat Sinergi, Komisi IV DPRD Sultra Terima Audiensi Yayasan AMBA Sultra Terkait Isu Kebudayaan

Budaya 18 Jun 2026 21:19 2 min read 434 views By Redaksi Celebesnesia Kendari
Perkuat Sinergi, Komisi IV DPRD Sultra Terima Audiensi Yayasan AMBA Sultra Terkait Isu Kebudayaan
Perkuat Sinergi, Komisi IV DPRD Sultra Terima Audiensi Yayasan AMBA Sultra Terkait Isu Kebudayaan

CELEBESNESIA.COM , KENDARI – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan komitmennya dalam menyerap aspirasi masyarakat dengan menerima audiensi dari Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA Sultra). Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan mengenai pengembangan dan pengawasan program kebudayaan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Toronipa, Gedung B Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Rabu (17/6/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Andi Muh. Saenuddin, didampingi jajaran anggota komisi terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Muh. Saenuddin menegaskan bahwa DPRD Sultra senantiasa membuka diri untuk menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, langkah ini merupakan perwujudan nyata dari fungsi legislatif dalam aspek representasi, pengawasan, dan penyerapan aspirasi publik.

"DPRD memiliki komitmen kuat untuk terus menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari menjalankan fungsi representasi, pengawasan, dan penyerapan aspirasi," ujar Andi Muh. Saenuddin.

Lebih lanjut, Ketua Komisi IV ini berharap pertemuan ini mampu membangun sinergi yang lebih solid antara lembaga legislatif dan organisasi masyarakat (ormas). Ia menekankan bahwa kolaborasi ini krusial dalam mendukung upaya pelestarian nilai-nilai budaya lokal agar ke depannya, program-program kebudayaan yang dijalankan pemerintah daerah menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

"Kami berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara lembaga legislatif dan organisasi masyarakat dalam mendukung pelestarian nilai-nilai budaya lokal serta mendorong program kebudayaan yang lebih efektif dan tepat sasaran," tambahnya.

Sebagai penutup, pihak DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menegaskan dedikasinya untuk terus menghadirkan ruang partisipasi publik yang terbuka. Hal ini menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.

Recent Articles