Sukses Gelar Festival Budaya Ke-4, Kades Liangkabori Terima Apresiasi dari Lentera Harapan Sultra.

Budaya 13 Jul 2026 18:55 2 min read 251 views By La Ode Umar Zaid
Sukses Gelar Festival Budaya Ke-4, Kades Liangkabori Terima Apresiasi dari Lentera Harapan Sultra.
Sukses Gelar Festival Budaya Ke-4, Kades Liangkabori Terima Apresiasi dari Lentera Harapan Sultra.

CELEBESNESIA.COM , MUNA — Desa Liangkabori di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, kini tidak lagi sekadar menjadi titik di peta lokal. Berkat konsistensi memajukan sektor wisata dan budaya, desa ini sukses menembus panggung nasional. Keberhasilan ini memicu gelombang apresiasi dari berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa di Sulawesi Tenggara.

Apresiasi langsung disampaikan oleh Ketua Lentera Harapan Sultra, La Ode Faykun Maidhani, saat mengunjungi kediaman Kepala Desa Liangkabori, La Ode Farlin, SH, pada Minggu (12/7/2026). Kunjungan ini berlangsung tepat sehari setelah pembukaan Festival Liangkabori IV Tahun 2026 yang dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Konsistensi Berbuah Atensi Nasional

Capaian yang diraih Desa Liangkabori saat ini dinilai bukan hasil instan, melainkan buah dari komitmen panjang yang dirintis sejak tahun 2023. Perjalanan festival budaya tahunan ini kini telah bermutasi dari sekadar agenda desa menjadi ruang promosi strategis bagi Kabupaten Muna di tingkat nasional.

"Apa yang dilakukan oleh Kepala Desa Liangkabori bersama masyarakat merupakan contoh nyata bagaimana desa dapat menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal," ujar La Ode Faykun Maidhani.

Ia menambahkan bahwa mempertahankan festival hingga tahun keempat berturut-turut bukanlah perkara mudah. Kehadiran Menteri Kebudayaan RI tahun ini menjadi indikator kuat bahwa kerja keras dari tingkat akar rumput mampu memikat perhatian pusat.

Menjaga Peradaban Dunia di Pulau Muna

Daya tarik Liangkabori tidak hanya terletak pada kemasan festivalnya, melainkan pada nilai historis luar biasa yang tersimpan di dalamnya. Kawasan ini merupakan rumah bagi jejak peradaban manusia purba yang bernilai tinggi bagi dunia akademik dan pariwisata:

Lukisan Cadas Liang Metanduno: Diperkirakan telah berusia sekitar 67.800 tahun.

Lukisan Layang-Layang Purba: Berusia sekitar 4.000 tahun, yang menjadi bukti otentik asal-usul permainan tradisional masyarakat Muna saat ini, Kaghati Ro Kolope (layang-layang dari bahan alam).

Dengan kekayaan silsilah sejarah tersebut, Liangkabori kini dipandang bukan lagi sekadar urusan domestik Sulawesi Tenggara, melainkan kontribusi nyata Indonesia terhadap sejarah peradaban dunia.

Inspirasi Pembangunan Berbasis Identitas Lokal

Lentera Harapan Sultra turut memberikan pandangan positifnya. Menurutnya, momentum kedatangan Menteri Kebudayaan harus dimanfaatkan sebagai batu loncatan untuk mempercepat pembangunan kawasan Liangkabori sebagai pusat penelitian, pendidikan, dan destinasi budaya unggulan ,  bahwa apa yang terjadi di Liangkabori membuktikan bahwa identitas lokal bisa menjadi modal utama kemajuan daerah jika dikelola secara berkelanjutan.

"Kami mengapresiasi langkah dan dedikasi Kepala Desa Liangkabori dalam mengangkat potensi desa hingga dikenal secara nasional. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain bahwa pembangunan yang berangkat dari budaya dan identitas lokal dapat menjadi kekuatan besar bagi kemajuan daerah," pungkas La Ode Faykun Maidhani.

Recent Articles