Wujud Nyata Mengayomi Masyarakat, Insan Bhayangkara Muna Dorong Ekosistem Ekraf Berbasis Budaya

Budaya 14 Jul 2026 11:39 2 min read 597 views By La Ode Umar Zaid
Wujud Nyata Mengayomi Masyarakat, Insan Bhayangkara Muna Dorong Ekosistem Ekraf Berbasis Budaya
Wujud Nyata Mengayomi Masyarakat, Insan Bhayangkara Muna Dorong Ekosistem Ekraf Berbasis Budaya

CELEBESNESIA.COM , MUNA – Komitmen untuk menjaga kelestarian tradisi sekaligus mendongkrak roda perekonomian masyarakat terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini, dukungan nyata datang dari Korps Bhayangkara di Kabupaten Muna. Insan Bhayangkara menyatakan kesiapannya untuk mengawal pelestarian budaya lokal yang disinergikan dengan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf).

Dukungan penuh tersebut ditegaskan oleh Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Muna, AKP Darul Aqsa, S.H., di sela-sela diskusi hangatnya bersama Ketua Umum Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA), Stenly Diover.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Darul Aqsa menggarisbawahi bahwa Pulau Muna memiliki kekayaan tradisi, adat, dan kebudayaan yang luar biasa. Potensi besar ini dinilai sangat berpeluang untuk dijadikan objek ekonomi kreatif yang bernilai ekonomi tinggi tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur adat.

"Pulau Muna ini sangat kaya akan tradisi, adat, dan budaya. Semua itu bisa dijadikan objek ekonomi kreatif. Jadi, kita bisa melestarikan budaya sekaligus memajukan ekonomi masyarakat berbasis kebudayaan," ujar AKP Darul Aqsa.

Secara spesifik, ia mencontohkan "Kampurui" (ikat kepala khas Muna). Saat ini, Kabupaten Muna memiliki banyak perajin tenun yang memproduksi Kampurui. Namun, potensi ini dinilai belum maksimal karena masih membutuhkan dukungan ekosistem yang mumpuni agar roda produksi tenun dapat seimbang dengan ekosistem pasar yang ada.

Pentingnya Sinergi Stakeholder dan Peran Pemuda

AKP Darul Aqsa berharap pembangunan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya ini mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), terutama generasi muda di Pulau Muna.

Menurutnya, keterlibatan aktif kepolisian dalam sektor ini merupakan bagian dari peran Polri dalam mengayomi masyarakat di akar rumput. Khususnya, dalam membina generasi muda agar terlibat langsung dalam pelestarian budaya demi pembangunan daerah yang memiliki identitas yang kuat.

Selain berdampak pada sektor ekonomi, penguatan kegiatan budaya juga dipandang sebagai benteng moral bagi generasi penerus.

"Event-event budaya bisa menjadi wadah efektif untuk menjauhkan generasi muda dari pengaruh budaya populer yang berdampak negatif. Ini juga langkah preventif kita untuk membentengi mereka dari ancaman bahaya narkoba dan judi online yang saat ini kian masif merambah generasi muda," tambahnya.

Di akhir diskusi, AKP Darul Aqsa menegaskan bahwa pihak kepolisian siap bersinergi dengan lembaga dan organisasi pelestari budaya. Salah satunya adalah dengan Organisasi Kepemudaan AMBA SULTRA. Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk berjalan bersama mengkampanyekan gerakan cinta produk lokal berbasis kebudayaan di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Muna.

Recent Articles