Aksi Mahasiswa di Jakarta: Kritik APBN hingga Penolakan Program Makan Bergizi Gratis

Sosial dan Politik 13 Jun 2026 22:46 2 min read 387 views By Redaksi Celebesnesia Jakarta
Aksi Mahasiswa di Jakarta: Kritik APBN hingga Penolakan Program Makan Bergizi Gratis
Aksi Mahasiswa di Jakarta: Kritik APBN hingga Penolakan Program Makan Bergizi Gratis

CELEBESNESIA.COM JAKARTA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” turun ke jalan di Jakarta pada Jumat (12/6). Aksi yang dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ini diwarnai ketegangan setelah massa aksi terhambat oleh blokade aparat gabungan TNI dan Polri di dua titik strategis.

Pantauan di lapangan menunjukkan, lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berupaya menembus barikade pertahanan aparat demi mencapai titik aksi utama. Meski dihadang barisan personel keamanan, massa tetap bertahan dan menyuarakan aspirasi mereka di tengah ketatnya penjagaan.

Dalam aksinya, para demonstran membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan koperasi desa merah putih, penghentian militerisme di ranah sipil, serta desakan agar Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya.

Soroti Kebijakan Fiskal dan "Pasal Karet" MBG

Salah satu poin yang menjadi sorotan tajam adalah pengelolaan APBN dan kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap buruk oleh para demonstran. Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menegaskan bahwa kritikan terhadap APBN ini berkaitan erat dengan penolakan mereka terhadap program MBG.

Dalam konferensi pers yang digelar di sela-sela aksi, Yatalathof mengkritisi transparansi anggaran program MBG yang dinilai tidak jelas dan rentan disalahgunakan.

“MBG itu kan di APBN hanya masuk di penjelasan saja. Itu pasal karet banget. Tidak ada spesifiknya berapa anggarannya, hanya dijelaskan bahwa untuk mendukung pendidikan bahwa itu berhak dipakai untuk MBG,” ujar Yatalathof kepada awak media.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dengan suasana yang cukup dinamis di tengah upaya massa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung di lokasi yang dituju. Pihak kepolisian masih bersiaga penuh mengamankan situasi di sekitar titik blokade.

Recent Articles