"Memaknai Semangat Bhayangkara Majapahit, Majelis Adat Indonesia Berharap Polri Terus Presisi dalam Pengabdian Menjaga Ibu Pertiwi"

Sosial dan Politik 01 Jul 2026 03:01 3 min read 608 views By Humas Majelis Adat Indonesia ( MAI )
"Memaknai Semangat Bhayangkara Majapahit, Majelis Adat Indonesia Berharap Polri Terus Presisi dalam Pengabdian Menjaga Ibu Pertiwi"
"Memaknai Semangat Bhayangkara Majapahit, Majelis Adat Indonesia Berharap Polri Terus Presisi dalam Pengabdian Menjaga Ibu Pertiwi"

CELEBESNESIA.COM , JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh tepat pada hari ini, 1 Juli 2026, berbagai elemen masyarakat turut menyampaikan ucapan selamat dan harapan bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Salah satunya datang dari keluarga besar Majelis Adat Indonesia (MAI).

Sekretaris Jenderal Majelis Adat Indonesia, M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, secara resmi menyampaikan ucapan "Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-80" melalui sebuah pernyataan tertulis. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya peran Polri sebagai pilar utama keamanan dan ketertiban di tanah air.

"Segenap keluarga besar Majelis Adat Indonesia mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri senantiasa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," ujar M. Rafik dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Majelis Adat Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Polri dalam menjalankan tugas berdasarkan nilai-nilai luhur kepolisian. Pihaknya menyoroti pentingnya Tribrata sebagai pedoman hidup, pengamalan Rastasewakotama sebagai wujud pengabdian utama bagi nusa dan bangsa, serta keteguhan dalam memegang Catur Prasetya sebagai pedoman kerja.

Majelis Adat Indonesia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus membangun sinergi dengan pihak kepolisian. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial dalam menjaga harkat, martabat, serta ketertiban umum di seluruh wilayah Indonesia.

"Mari terus bersinergi dalam menjaga harkat, martabat, dan ketertiban di bumi pertiwi, demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan berkeadilan. Salam Presisi. Jayalah selalu Polri!" pungkasnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi momentum refleksi bagi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik melalui pendekatan yang lebih presisi, prediktif, dan transparan, selaras dengan semangat transformasi Polri di masa depan.

Sejarah Singkat Bhayangkara: Dari Majapahit ke Polri

Istilah "Bhayangkara" memiliki akar sejarah yang sangat dalam, yang diambil dari nama pasukan elite pada masa Kerajaan Majapahit. Pasukan Bhayangkara dibentuk oleh Patih Gajah Mada untuk menjaga keamanan raja dan stabilitas kerajaan. Tugas utama mereka adalah mengawal keamanan serta menumpas pemberontakan, sekaligus menjadi simbol perlindungan bagi seluruh rakyat Majapahit.

Semangat pengabdian tanpa pamrih inilah yang kemudian diadaptasi oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada 1 Juli 1946, melalui Penetapan Pemerintah Nomor 11/SD/1946, Djawatan Kepolisian Negara resmi berada langsung di bawah Perdana Menteri. Tanggal 1 Juli kemudian ditetapkan sebagai Hari Bhayangkara sebagai bentuk penghormatan atas sejarah kepolisian di Indonesia yang memiliki jiwa patriotik layaknya pasukan elite Majapahit.

Sejak saat itu, Polri terus bertransformasi. Dari masa mempertahankan kemerdekaan, era Orde Baru hingga kini di era reformasi dan digitalisasi, nilai-nilai Bhayangkara tetap menjadi napas utama: menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber: Kepatihan Bidang Humas DPP Majelis Adat Indonesia (MAI)

Recent Articles