Mengusung Semangat Persatuan, AMBA Sultra Tumbuh Menjadi Wadah Kolaborasi Pemuda Terbesar di Bumi Anoa , Sulawesi Tenggara.
CELEBESNESIA.COM , KENDARI – Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA Sultra) kini mencatatkan diri sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan paling progresif di Sulawesi Tenggara. Dengan mengusung model organisasi desentralisasi berbasis jaringan, AMBA Sultra sukses merangkul lebih dari 3000 ( Anggota dan Simpatisan) pemuda dari berbagai latar belakang suku, ras, dan golongan untuk bersinergi membangun daerah , terbagi di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara dan juga di Beberapa Daerah diluar Sulawesi Tenggara.
Inovasi Organisasi di Era Digital
Berbeda dengan organisasi konvensional yang kerap terkendala oleh hierarki kaku, AMBA Sultra hadir dengan pendekatan fleksibel. Organisasi yang didirikan pada Mei 2024 ini mengandalkan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital sebagai tulang punggung koordinasi.
Stenly Diover, inisiator AMBA Sultra, menyatakan bahwa model desentralisasi ini dipilih agar organisasi dapat bergerak lebih cepat dan efisien dalam merespons dinamika sosial-budaya di tengah masyarakat.
"Perbedaan suku, ras, agama, dan golongan bukanlah penghalang. Justru, keberagaman adalah kekuatan kita untuk saling bahu-membahu membangun Bumi Anoa," ujar Stenly.
Fondasi Persatuan Empat Pilar Etnis
AMBA Sultra lahir dari visi besar untuk menyatukan keberagaman di Sulawesi Tenggara. Inisiatif yang digagas oleh Stenly Diover bersama Falih Tunduoluto (perwakilan pemuda Tolaki), Rhino Sarewo (pemuda Moronene), serta tokoh masyarakat Buton, La Ode Fasikin ini, telah mendapatkan legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
Organisasi ini berkomitmen mempererat sinergi antara empat pilar etnis asli yakni Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene, sekaligus merangkul lebih dari 20 etnis lainnya yang hidup berdampingan di Sulawesi Tenggara.
Perluasan Jaringan dan Sayap Organisasi
Dalam upaya penguatan kelembagaan, AMBA Sultra kini telah memiliki tujuh sayap organisasi yang bergerak di berbagai lini, yakni:
1. AMBA Mekongga
2. AMBA Witeno Wuna
3. AMBA Kepulauan Buton
4.AMBA Moronene
5.Brigade AMBA Sultra (B.A.S)
6.Srikandi AMBA Sultra (SAS)
7.Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara ( FKPM - AMBA SULTRA) Wilayah Makassar Sulawesi Selatan.
Struktur ini mencakup wilayah utama mulai dari daratan hingga kepulauan, menjadikannya organisasi dengan jaringan kemitraan yang tersebar luas, tidak hanya di Jazirah Sulawesi, tetapi juga menjangkau jejaring nasional hingga internasional di kawasan ASEAN.
Komitmen Pelestarian Budaya dan Sosial
Selain aktif dalam pergerakan sosial yang inklusif, AMBA Sultra menempatkan pelestarian budaya sebagai prioritas utama. Melalui koordinasi dengan tokoh adat dan berbagai lembaga kepemudaan, AMBA Sultra secara konsisten mempromosikan budaya khas Bumi Anoa agar lebih dikenal di kancah nasional maupun dunia.
Dengan basis pergerakan yang terus meluas, AMBA Sultra kini diproyeksikan menjadi organisasi masyarakat terbesar di Sulawesi Tenggara. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah serta kolaborasi antar-lembaga, AMBA Sultra optimis dapat menjadi katalis kemajuan bagi tanah Sulawesi Tenggara di masa depan.