Perkuat Sinergi dengan Tokoh Adat, Pangdam XVI/Hasanuddin Tinjau Pembangunan Yonif TP 919 Sangia Dowo di Bombana
CELEBESNESIA.COM - BOMBANA – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVI/Hasanuddin melakukan kunjungan kerja strategis ke lokasi pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) TP 919 Sangia Dowo di Desa Waemputtang, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana (11/06/2026) . Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan fasilitas pertahanan berjalan lancar sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat dan tokoh adat setempat.
Sinergi Bersama Kerajaan Moronene Poleang
Kunjungan Pangdam XVI/Hasanuddin terasa semakin bermakna dengan kehadiran rombongan besar dari Kerajaan Moronene Poleang yang turut mendampingi dalam peninjauan lokasi. Kehadiran para petinggi adat ini menunjukkan dukungan penuh masyarakat lokal terhadap kehadiran Yonif TP 919 Sangia Dowo di wilayah mereka.
Turut hadir dalam rombongan tersebut:
1. PYM. Mokole Nippon Muhammad Ali (Raja Moronenen Poleang ke-34)
2. YM. Mokole Patani Muhammad Ali (Sapati Kerajaan Moronene Poleang)
3. Mokole Anton Ferdinan, S.Pd. (Sekjen Kerajaan Moronene Poleang)
4. Mokole Abbas Ali, S.Pd. dan Mokole Saripuddin Ali (Pengurus Kerajaan)
5. Mokole Muh. Aris Ali (Ketua Amba Moronene)
6. Mokole Ntina Mbisi Mardiati Ali (Dewan Pengurus Amba Moronene)
Para tokoh adat tersebut hadir secara langsung memberikan dukungan moral bagi pembangunan markas militer yang diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Bombana.
Komitmen Penghijauan
Selain melakukan peninjauan teknis, rangkaian kegiatan kunjungan ditutup dengan aksi penanaman pohon di area sekitar lokasi pembangunan.
Pangdam XVI/Hasanuddin bersama Raja Moronene ke-34 dan para pengurus kerajaan bahu-membahu melakukan penanaman bibit pohon sebagai simbol kelestarian lingkungan.
Aksi ini mencerminkan komitmen TNI dan elemen masyarakat adat untuk membangun markas yang tidak hanya kokoh secara pertahanan, tetapi juga asri dan ramah lingkungan.
Diharapkan, keberadaan Yonif TP 919 Sangia Dowo di Desa Waemputtang nantinya dapat memberikan kontribusi positif bagi perlindungan wilayah serta pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas antara institusi militer dan elemen budaya kearifan lokal merupakan fondasi kuat dalam membangun daerah yang aman dan berkelanjutan.