PINSAR Sultra Dorong Perluasan Penerima Jagung SPHP, Siap Data Kebutuhan Peternak

Ekonomi dan Bisnis 26 Jul 2026 17:42 2 min read 138 views By La Ode Umar Zaid
PINSAR Sultra Dorong Perluasan Penerima Jagung SPHP, Siap Data Kebutuhan Peternak
PINSAR Sultra Dorong Perluasan Penerima Jagung SPHP, Siap Data

KENDARI, Celebesnesia – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) komoditas jagung di Sulawesi Tenggara terus mendapat apresiasi dari kalangan peternak. Pada tahun 2026, Sulawesi Tenggara memperoleh alokasi jagung SPHP sebanyak 1.507.200 kilogram. Penyaluran jagung tersebut dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan peternak yang telah memenuhi persyaratan sebagai penerima manfaat.

Hingga tahap awal, program SPHP telah menjangkau 26 peternak yang tersebar di enam kabupaten, yakni Kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Kolaka, Kolaka Timur, dan Muna.

Ketua PINSAR Sulawesi Tenggara, Harry S. Adi Wibowo, mengatakan program SPHP merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan usaha peternak ayam petelur. Menurutnya, keberadaan jagung SPHP sangat membantu peternak dalam memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat menekan biaya produksi.

"Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, serta Perum Bulog yang telah menghadirkan program jagung SPHP bagi peternak. Ini merupakan langkah yang sangat baik dan perlu terus dilanjutkan agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh peternak," ujar Harry.

Namun demikian, Harry menjelaskan bahwa masih banyak peternak yang belum memperoleh kesempatan menjadi penerima manfaat pada tahap awal. Oleh karena itu, PINSAR Sultra memandang pendataan kebutuhan peternak menjadi hal yang sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan dan penyaluran pada tahap berikutnya.

"Data merupakan kunci dalam penyusunan kebijakan. Semakin akurat data kebutuhan peternak yang dimiliki, semakin mudah pemerintah menentukan alokasi dan memperluas jangkauan penerima manfaat. PINSAR Sultra siap menghimpun data serta menyampaikan aspirasi peternak sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program ini," kata Harry.

Ia menambahkan, PINSAR Sultra juga mengajak peternak ayam petelur yang belum tergabung dalam organisasi untuk bergabung agar proses komunikasi, pendataan, dan penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.

"Kami mengajak seluruh peternak untuk bersama-sama membangun basis data yang akurat. Dengan data yang valid, pemerintah akan memiliki gambaran nyata mengenai kebutuhan jagung peternak di Sulawesi Tenggara. Harapan kami, penyaluran jagung SPHP ke depan dapat menjangkau lebih banyak peternak dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi keberlangsungan usaha peternakan ayam petelur," tutup Harry S. Adi Wibowo.

Recent Articles