Kaji Akar Sejarah & Adat Moronene, AMBA Indonesia Undang Wagub Sultra Jadi Salah Satu Narasumber

Pendidikan 22 Oct 2026 16:32 • 2 min read • 238 views • By Celebesnesia.com
Kaji Akar Sejarah & Adat Moronene, AMBA Indonesia Undang Wagub Sultra Jadi Salah Satu Narasumber
Kaji Akar Sejarah & Adat Moronene, AMBA Indonesia Undang Wagub Sultra Jadi Salah Satu Narasumber

KENDARI-Pengurus Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa Indonesia (AMBA INDONESIA) melalui salah satu sayap lembaga bawahannya, Bumi Anoa Nusantara Institute (Buana Institute), melakukan kunjungan audiensi dan silaturahmi ke ruang kerja Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, di Kompleks Perkantoran Gubernur Sultra.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Ketua Yayasan AMBA INDONESIA, Stenly Diover, bersama rombongan berdiskusi secara interaktif serta memohon arahan, sumbang saran, dan petunjuk strategis dari Wakil Gubernur terkait kemajuan serta pemajuan kebudayaan di Bumi Anoa.

Ketua Yayasan AMBA INDONESIA, Stenly Diover, menyampaikan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki khazanah budaya yang sangat kaya dan bernilai tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara gerakan pemuda, lembaga kebudayaan, dan Pemerintah Daerah sangat krusial untuk memastikan warisan leluhur tetap lestari di tengah arus modernisasi.

"Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan AMBA INDONESIA dan Buana Institute untuk terus mengawal, melestarikan, serta mempromosikan kebudayaan Sulawesi Tenggara. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas ruang diskusi serta arahan konstruktif yang diberikan oleh Bapak Wakil Gubernur Ir. Hugua," ujar Stenly Diover.

Undang Wagub Menjadi Narasumber Seminar "Trilogi Moronene"

Selain bersilaturahmi dan berdiskusi, rombongan AMBA INDONESIA dan Buana Institute secara khusus memohon kesediaan Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, untuk hadir dan menjadi salah satu narasumber utama (keynote speaker) dalam ajang Seminar & Dialog Kebudayaan yang mengusung tema "TRILOGI MORONENE", yang dijadwalkan berlangsung pada awal November mendatang.

Kegiatan Seminar & Dialog Kebudayaan ini diangkat secara mendalam dari gagasan dan karya literatur yang tertuang dalam buku terkemuka "TRILOGI MORONENE" karya tokoh akademisi dan pemerhati budaya Sultra, Dr(c). Ir. H. Kasra Jaru Munara, M.Sc., MSHRM. Agenda ini dirancang untuk mengupas secara komprehensif akar sejarah, nilai-nilai adat, serta peran strategis kebudayaan Moronene sebagai salah satu pilar utama identitas kebudayaan di Sulawesi Tenggara.

Pemprov Sultra Beri Dukungan Penuh

Menanggapi kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kepedulian jajaran Yayasan AMBA INDONESIA beserta Buana Institute dalam menggerakkan pemuda untuk peduli terhadap kebudayaan lokal.

Ir. Hugua menegaskan komitmen dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap seluruh rangkaian program kerja, kegiatan pelestarian, hingga upaya pengenalan kebudayaan Sultra yang diinisiasi oleh AMBA INDONESIA. Menurutnya, peran generasi muda yang terorganisir secara profesional sangat dibutuhkan sebagai benteng pertahanan kebudayaan daerah.

Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan dokumen pendukung kegiatan sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan Seminar & Dialog Kebudayaan "TRILOGI MORONENE" pada awal November mendatang.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Recent Articles