Mewariskan Keagungan Mia Patamiana: INCAF dan 10 NGO Melayu Raya Gandeng Yayasan AMBA INDONESIA Bangun Kerja Sama Pendidikan dan Pariwisata Sultra
Kuala Lumpur , Malaysia - Upaya mengangkat kembali kebesaran sejarah Mia Patamiana di Bumi Anoa memasuki babak baru yang monumental. International Nusantara Cultural Forum (INCAF) bersama lebih dari 10 Non-Governmental Organization (NGO) yang tersebar di empat negara rumpun Melayu Raya Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura menyatakan kesiapannya untuk menjalin kemitraan strategis jangka panjang bersama Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa Indonesia (AMBA INDONESIA).
Sinergi lintas negara ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam mengakselerasi pengembangan sektor pendidikan berbasis kebudayaan serta pemajuan pariwisata berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara. Melalui keterikatan historis yang erat, kolaborasi ini bertekad mengembalikan kejayaan warisan luhur Mia Patamiana ke gelanggang internasional.
Langkah konkret menuju kerja sama internasional ini ditandai dengan koordinasi intensif yang dilangsungkan secara langsung oleh President of International Nusantara Cultural Forum, Puan Datin Seri Mayya, bersama Ketua Umum Yayasan AMBA INDONESIA, Stenly Diover, S.T. Sosok Puan Datin Seri Mayya tidak hanya memimpin INCAF, tetapi juga mengemban amanah sebagai Chairman Koperasi Warisan Seni Budaya Malaysia Berhad, EXCO Strategic Relation Ekonomi SDN Global, serta dikenal luas sebagai Pemuisi Nasional Malaysia.
Dalam keterangannya, Ketua Umum Yayasan AMBA INDONESIA, Stenly Diover, S.T., menegaskan bahwa kawasan Kepulauan Buton atau Negeri Darul Butuni memiliki ikatan sejarah dan historis yang amat kuat serta berakar mendalam dalam lanskap rumpun Melayu Nusantara. Kaitan erat antara peradaban Mia Patamiana dan jalinan persaudaraan rumpun Melayu menjadi fondasi kokoh bagi sinergi ini.
"Negeri Darul Butuni punya sejarah yang kuat dalam rumpun Melayu. Untuk itu, gagasan kerja sama ini merupakan bagian dari sinergitas lintas negara di regional ASEAN, khususnya dalam penguatan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berbasis akar budaya lokal," ungkap Stenly Diover.
Respons positif dan apresiasi tinggi disampaikan oleh Puan Datin Seri Mayya atas keterbukaan serta kesiapan Yayasan AMBA INDONESIA yang mengoperasikan lembaga Bumi Anoa Nusantara Institute dalam merajut kerja sama kawasan. Puan Datin Seri Mayya mengungkapkan bahwa kerangka kerja sama strategis ini bakal dibahas secara mendalam dan diputuskan secara resmi pada ajang Konferensi INCAF 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Mei 2027 mendatang.
Kehadiran konsorsium ini makin solid berkat dukungan penuh dari berbagai lembaga adat, organisasi kebudayaan, serta tokoh-tokoh terkemuka Melayu dari pelbagai wilayah bersejarah, seperti Melaka, Samudera Pasai, hingga Ranah Minang. Tokoh-tokoh nasional dan adat yang memberikan sokongan penuh antara lain Tokoh Adat Minangkabau sekaligus Sekretaris Jenderal Majelis Adat Indonesia (MAI) M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, Tokoh Ketua Yayasan Pakpak Sumatera Utara Farel Edward Lingga, Tokoh Masyarakat Aceh Khairan Husaini M, S.E., serta jajaran tokoh Melayu Nusantara lainnya.
Melalui kemitraan lintas batas ini, ikatan persaudaraan rumpun Melayu di kawasan ASEAN diharapkan semakin erat, sekaligus menjadi katalisator tangguh bagi kebangkitan ekonomi kreatif, pariwisata berbasis budaya, serta kelestarian warisan nilai luhur Mia Patamiana Bumi Anoa di pentas dunia.
Komentar (0)
Belum ada komentar.