Satu Tahun Pengukuhan AMBA Moronene, Perkuat Sinergi Pelestarian Budaya dan Regenerasi Generasi Muda
Satu Tahun Pengukuhan AMBA Moronene, Perkuat Sinergi Pelestarian Budaya dan Regenerasi Generasi Muda
BOMBANA, CELEBESNESIA — Satu tahun sejak pengukuhan organisasi Angkatan Muda Bumi Anoa (AMBA) Moronene menjadi momentum refleksi atas perjalanan, komitmen, dan kontribusi organisasi dalam menjaga kelestarian budaya Moronene sekaligus mendorong kemajuan kebudayaan lokal di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Sejak dikukuhkan pada 23 Oktober 2025 di Rahampu’u, Rumah Adat Kerajaan Moronene Poleang, Wonua Lembompari, Poleang, AMBA Moronene terus berupaya membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah.
Bagi AMBA Moronene, pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu, melainkan memastikan nilai-nilai luhur, sejarah, adat istiadat, bahasa, kesenian, dan identitas masyarakat Moronene tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dalam perjalanan satu tahun ini, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu perhatian utama organisasi. Pemuda dipandang memiliki peran strategis sebagai penerus kebudayaan sekaligus penggerak inovasi yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya Moronene kepada masyarakat luas melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara organisasi kepemudaan, lembaga adat, pemerintah, komunitas budaya, dunia pendidikan, dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kebudayaan Moronene diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan leluhur, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan sosial, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif masyarakat.
Evaluasi dan Arah Program Kerja ke Depan
Memasuki tahun kedua perjalanan organisasi, AMBA Moronene diharapkan menjadikan momentum satu tahun pengukuhan sebagai ruang evaluasi untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan partisipasi anggota, serta menyusun program kerja yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Evaluasi tersebut penting untuk melihat sejauh mana program dan kegiatan yang telah berjalan memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mengidentifikasi tantangan dalam menggerakkan partisipasi generasi muda pada pelestarian budaya.
Ke depan, terdapat sejumlah agenda strategis yang dapat menjadi prioritas AMBA Moronene, di antaranya:
1. Penguatan pendidikan dan literasi budaya. Mendorong pengenalan sejarah, adat istiadat, bahasa, kesenian, dan nilai-nilai luhur Moronene melalui diskusi budaya, kegiatan edukasi, serta kolaborasi dengan sekolah dan komunitas pemuda.
2. Regenerasi dan kaderisasi pemuda adat. Membangun ruang belajar bagi generasi muda agar tidak hanya mengenal identitas budayanya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merawat, mengembangkan, dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
3. Dokumentasi dan digitalisasi budaya. Menghimpun cerita sejarah, tradisi lisan, praktik adat, kesenian, serta pengetahuan lokal Moronene dalam bentuk dokumentasi foto, video, tulisan, dan media digital sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya.
4. Sinergi dengan lembaga adat dan pemerintah. Memperkuat komunikasi serta kerja sama dengan tokoh adat, pemerintah daerah, komunitas budaya, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merancang program pelestarian dan pengembangan kebudayaan.
5. Pengembangan pariwisata berbasis budaya. Mendorong pengenalan potensi sejarah, tradisi, kesenian, dan kearifan lokal Moronene sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah yang tetap menghormati nilai adat dan melibatkan masyarakat setempat.
6. Penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya. Membuka ruang kolaborasi bagi pemuda dan pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk kreatif, kerajinan, pertunjukan seni, serta kegiatan budaya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa menghilangkan keaslian tradisi.
Melalui program-program tersebut, AMBA Moronene diharapkan dapat berkembang menjadi wadah kepemudaan yang tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan kerja nyata dan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Ketua AMBA Moronene: Siap Terus Bersinergi dalam Pengembangan Budaya
Ketua AMBA Moronene, Mokole Muhamad Aris Ali, menegaskan bahwa komitmen organisasi dalam melestarikan dan memajukan budaya Moronene akan terus dilanjutkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Menurutnya, keberlangsungan budaya membutuhkan keterlibatan bersama, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus nilai-nilai adat dan identitas masyarakat Moronene.
“AMBA Moronene siap dan akan terus bersinergi dengan lembaga adat, pemerintah, komunitas budaya, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya Moronene. Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga, mempelajari, dan memperkenalkan kebudayaan kita kepada generasi berikutnya,” ujar Mokole Muhamad Aris Ali.
Ia berharap, memasuki tahun kedua perjalanan organisasi, AMBA Moronene dapat semakin solid, memperluas jaringan kolaborasi, dan melahirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pelestarian budaya serta pemberdayaan generasi muda.
Menurutnya, tantangan kebudayaan di tengah perkembangan zaman harus dijawab melalui pendekatan yang terbuka terhadap inovasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi identitas masyarakat Moronene.
Menatap Tahun Kedua dengan Komitmen dan Kerja Nyata
Satu tahun pengukuhan AMBA Moronene bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal untuk memperkuat komitmen dan memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat.
Ke depan, keberhasilan AMBA Moronene tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran generasi muda terhadap budayanya, terbangunnya kolaborasi yang berkelanjutan, serta hadirnya manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan kebudayaan.
Dengan semangat kebersamaan dan sinergi lintas generasi, AMBA Moronene diharapkan terus menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya yang dinamis, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam menjaga identitas Moronene sebagai salah satu kekayaan budaya di Bumi Anoa.
Satu tahun perjalanan, memperkuat komitmen. Melestarikan warisan leluhur, menyiapkan masa depan generasi muda Moronene.
Komentar (0)
Belum ada komentar.